Sejarah Hari Bhayangkara - sdacita Kabupaten Pasuruan

Sejarah Hari Bhayangkara

0x dibaca    2024-07-01 09:29:16    SDACITA Admin

202407/923-66821431b26e5.jpg

Sejarah Hari Bhayangkara Indonesia

Hari Bhayangkara adalah perayaan tahunan yang diperingati oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) setiap tanggal 1 Juli. Perayaan ini menandai perjalanan panjang dan bersejarah Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat Indonesia, yang berawal dari masa kolonial Belanda hingga era modern saat ini.

Masa Kolonial Belanda dan Pendudukan Jepang

Pada masa kolonial Belanda, pasukan keamanan yang terdiri dari orang-orang pribumi dibentuk untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda. Pada tahun 1867, sebanyak 78 orang pribumi direkrut oleh sejumlah warga Eropa di Semarang untuk menjaga keamanan mereka. Pada masa itu, terdapat berbagai macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan), stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lainnya. Namun, pribumi hanya diperkenankan menjabat sebagai mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920 tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini. Pada masa pendudukan Jepang, wilayah kepolisian Indonesia dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Kepolisian Jawa dan Madura di Jakarta, Kepolisian Sumatera di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur di Makassar, serta Kepolisian Kalimantan di Banjarmasin.

Meskipun Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan Peta dan Gyu-Gun, namun polisi tetap bertugas, termasuk saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, yang merupakan Komandan Polisi di Surabaya, memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal dalam mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang.

Pembentukan Kepolisian Negara Republik Indonesia

Pada tanggal 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN). Presiden Soekarno kemudian melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kepala Kepolisian Negara (KKN). Pada awalnya, kepolisian berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab pada masalah administrasi, sedangkan masalah operasional berada di bawah tanggung jawab Jaksa Agung.

Mulai tanggal 1 Juli 1946, dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D., Djawatan Kepolisian Negara bertanggung jawab langsung pada Perdana Menteri. Tanggal inilah yang diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.

Hari Bhayangkara 2024

Hari Bhayangkara 2024 diperingati untuk merayakan HUT ke-78 Bhayangkara di Indonesia. Tema tahun ini adalah "Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas". Tema ini merepresentasikan semangat Polri dalam menunjukkan gerak dinamis dan progresif seiring perkembangan zaman. Sementara itu, tema HUT Bhayangkara tahun lalu mengusung "Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai untuk Indonesia Emas".

*Dari berbagai sumber

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini